HADIAH UNTUK PELITA HATI

Sehelai daun kering tepat jatuh diujung kakiku, bersamaaan dengan tenggelamnya sang surya. “Lina” suara samar-samar memaanggilku. Suara itu berasal dari sebuah rumah sederhana dan dari seorang ibu yang berjasa bagi hidupku. “Lin, lajui1 masuk satumat2lagi azan magrib” suara itu kembali memanggilku, “iya bu, sebentar” sahutku. Aku beranjak dari sebuah kursi panjang tua yang berada dibawah pohon,paling hanya beberapa meter dari teras ku, disinilah biasanya aku melepas lelah sembari membaca novel kesayanganku karya penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy.

Ku percepat langkahku beranjak memasuki rumah, terdengar suara sayup azan pertanda waktunya menghadap sang pencipta. Hampir lupa, namaku Lina lengkapnya Lina Puspita Sari seorang mahasiswa diuniversitas UNLAM. Aku anak pertama dari dua bersaudara jadi aku yang paling tua dan adikku dia masih berumur delapan tahun namanya Eza, Eza Saputra lengkapnya. Kami berdua hanya tinggal bersama ibu. Ayah? Seorang pria yang tak bertanggung jawab dia lebih memilih meninggalkan ibu dan kami berdua semenjak ibu mulai sakit-sakitan bahkan parahnya lagi dia lebih memilih perempuan lain.

Semenjak ayah meninggalkan ibu, ibulah yang bekerja keras menghidupi kami berdua walaupun ibu seorang pensiunan PNS tapi tetap saja bagi ibu itu tidak cukup memenuhi semua. Pernah suatu ketika aku bilang kepada ibu, “bu, sudahlah ibu tidak usah lagi pergi memantat3, gajih pensiunan ibu juga sudah cukup. Lagian Lina sembari sekolah Lina juga mengajari les pripat jadi gajih Lina juga cukup untuk menutupi apabila ada kekurangan.”

Ibu hanya tersenyum mendengar perkataan ku,hal itu yang membuat aku kagum pada ibu walaupun usia senja sudah menggerogoti tubuhnya tapi tetap saja bekerja.

 Rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap anak-anaknya ditambah lagi ibu sabar dalam mendidik kami, itulah yang membuat aku kagum pada ibu. Bagiku ibu adalah sosok yang tak akan tergantikan dengan apapun sosok yang penuh makna dihidupku.

“Kring….kring…..” suara bising itu membangunkanku, kuraih jam wieker yang berada diatas meja samping kanan tempat tidurku. Jam 05.10 pagi, aku beranjak dari tempat tidurku walaupun sebernya mata ini masih terasa berat, ingin rasanya merebahkan diri beberapa menit.

(1)Cepat. (2)Sebentar. (3)Suatu pekerjaan yang bertujuan untuk mengumpulkan getah pohon karet dengan cara dipahat.

 Aku berjalan menuju kamar mandi, kulirik sebentar kalender yang terpampang didinding dan kulihat suatu garis melingkar ditulis dengan tintah merah tertera situ, kuingat-ingat kenapa aku melingkari tanggal 16 Juli, aku terdiam sejenak sambil mencoba mengitatnya. “dharrrrrrr” aku teringat sesuatu, “ astaga hampir lupa adalah hari yang penting bagi ibu, hari ini genap 62 tahun usia ibu.” Aku bergegas menuju kamar mandi. Hari ini akan kubuat kejutan untuk ibu, kejutan yang terindah dihari ulang tahun ibu walaupun tanpa sosok seorang ayah.

            Aku masuk pagi kuliah hari ini, Kulihat sikap ibu biasa-biasa saja waktu sarapan pagi ini tak ada yang ganjal mungkin ibu sudah lupa dengan hari ulang tahunnya, tapi wajar ibu sudah tua pastilah ibu sudah tidak begitu memikirkan hal seperti itu. Selesai sarapan aku bergegas berangkat kuliah, sekalian mengantar Eza berangkat sekolah. Kupikirkan kejutan apa yang bakal ku berikan pada ibu, kejutan yanh tidak terlalu meriah namun berarti bagi ibu.

Selesai kuliah aku pergi ketoko bunga, kupilih anggrek putih untuk ibu. Ibu pernah bapadah1 bahwa ibu sangat suka pada anggrek putih, tapi aku tak batakun2 kenapa ibu lebih suka anggrek putih dari pada bunga lain, lagian kalau aku batakun pastilah ibu hanya tersenyum dan tak mau memberitahukan alasanya.

 Selesai membeli bunga aku pergi kesebuah toko pakaian, pikirku kurang lengkap kalau hanya bunga aku ingin belikan ibu suwiter  dan kudapatkan suwiter yang cocok untuk ibu, dengan warna putih.Kulirik jam tangan menunjukan pukul 16.23 sore, sekarang semuanya sudah cukup tinggal memberikan kejutan untuk ibu, tapi sebelum pulang jemput Eza katanya hari ini dia les bahasa inggris maklum anak itu sangat suka bahasa inggris. Ku jalankan motorku menuju tempat les Eza dan sesampai disana ternyata dia sudah menunggu lebih dulu.

“lamanya kakak jemput, sudah dari tadi ade kelar lesnya.”

“ ya maaf de tadi ada yang kakak cari sebentar, sudahlah jangan cemberut lagi gak bagus dilihatnya.”

Aku tiba dirumah kubuka pintu perlahan,pikirku biar ibu tidak tau bahwa kami                               sudah pulang soalnya Eza juga sudah kuberi tahu tentang kejutan ini jadi dia hanya mengikuti perintahku. Kami berjalan perlahan menyusuri ruang tengah,menuju kamar ibu. Kubuka perlahan pintu kamar ibu,

(1)Bilang, memberitahukan. (2) bertanya.

 

 dan “selamat ulang tahun ibu” bersamaan dengan itu aku terkejut melihat sosok tubuh yang tergeletak tak sadarkan diri dengan darah bercucuran dikepala,

sosok itu adalah ibu itu semakin membuat tubuhku gemetar dan tak sanggup berkata apa-apa lagi, tubuhku terasa kaku bagai ditusuk beribu-ribu pisau tajam,hingga aku tersungkur tergeletak tak sadarkan diri.

 

 

2 Komentar

Filed under Uncategorized

2 responses to “HADIAH UNTUK PELITA HATI

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb…
    Sungguh mengkagumi sosok semua ibu yang sanggup berkorban untuk anak-anaknya. Tiada yang bisa menandingi upaya ibu dalam mencintai anak-anaknya.

    Cerpen yang mengharukan dimperingkat awalnya, hati terbawa-bawa dengan kasih sayang seorang yang mahu membahagiakan ibunda tercinta, tetapi dengan “kejamnya” …hehehe, penulis mengakhiri kegembiraan itu dengan “acara” yang menyayat hati.

    Kenapa penuylis suka memilih hari yang sepatutnya bahagia untuk anak dan ibu. menjadi hari yang menghadirkan kenangan pahit buat si anak. Kasihan ya buat anak dan ibu itu.

    Namun begitu, salut atas kreativiti ide yang dicurahkan.
    Salam mesra dan mudahan selalu menulis untuk berbagi sesama.

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Bayu….

    kenapa belum update lagi tulisannya. Jangan blogwalking aja lho, harus singgah juga di blog sendiri untuk menukilkan sesuatu pesan untuk pencerahannya agar bisa melorek pahala buat bekal di sana nanti.

    Hadir ini untuk membalas kunjungan-kunjungan Bayu yang tetap ingat ke blog saya. Senang menerima komentar Bayu. Harap betah di lain waktu juga. 😀

    Salam sukses dan ceria selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s